HALMAHERA UTARA – Harapan masyarakat Desa Asimiro, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, untuk mendapatkan perlindungan infrastruktur sungai yang lebih baik kini semakin dekat menjadi kenyataan.
Pembangunan tanggul Sungai Asimiro yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, kini telah mendekati tahap penyelesaian. Proyek yang menjadi harapan masyarakat setempat tersebut tinggal menghitung hari menuju penyelesaian pekerjaan.
Capaian ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Asimiro, terutama karena pembangunan berlangsung di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses mobilisasi material maupun peralatan yang tidak mudah.
Berada di kawasan pelosok, tepatnya di ujung wilayah Halmahera Utara, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan perjuangan dan koordinasi yang tidak sedikit. Keterbatasan akses transportasi serta sulitnya mobilisasi menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan proyek.
Meski demikian, berbagai kendala tersebut tidak menghentikan jalannya pekerjaan. Proyek terus berjalan, melewati berbagai tantangan di lapangan, hingga kini mendekati titik akhir penyelesaian.
Di balik progres pembangunan tersebut, masyarakat Desa Asimiro turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Komisi V DPR RI, khususnya Irine Yusiana Roba Putri, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku Utara.
Bagi masyarakat, perhatian terhadap aspirasi pembangunan di wilayah terpencil merupakan sesuatu yang sangat berarti. Mereka merasa bahwa meskipun tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan berada di pelosok Halmahera Utara, suara serta kebutuhan masyarakat tetap mendapatkan perhatian.
“Terima kasih banyak kepada Ibu Irine Yusiana Roba Putri dan Komisi V DPR RI. Walaupun kami tinggal di pelosok, di ujung Halmahera Utara, aspirasi kami bisa didengar. Sekarang pembangunan tanggul sungai hampir selesai. Sebentar lagi masyarakat bisa melihat hasil pembangunan ini. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” ungkap masyarakat Desa Asimiro.
Pembangunan tanggul Sungai Asimiro diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung perlindungan kawasan permukiman dari potensi ancaman luapan sungai serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata.
Hampir rampungnya proyek ini juga menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur perlu menjangkau seluruh wilayah, tanpa terkecuali desa-desa terpencil yang memiliki tantangan akses dan mobilisasi.
Kini, masyarakat Asimiro tinggal menantikan penyelesaian akhir pekerjaan. Sebuah harapan yang sebelumnya disampaikan dari pelosok Halmahera Utara, perlahan mulai terlihat wujudnya.
Bagi warga, pembangunan ini bukan hanya tentang berdirinya tanggul di sepanjang sungai, tetapi juga tentang hadirnya perhatian, terbukanya harapan, dan kesempatan untuk menikmati pembangunan yang lebih baik.
Dari Asimiro untuk Maluku Utara, pembangunan yang menjangkau pelosok menjadi bukti bahwa setiap suara masyarakat layak didengar dan setiap wilayah berhak mendapatkan perhatian pembangunan.

















