SUARAHARIAN.COM – Persoalan kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara. Kritik yang disampaikan Malaysia dan Singapura terhadap dampak kabut asap dari Indonesia menjadi sorotan, menyusul pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara serius dan berkelanjutan.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turut merespons persoalan tersebut dengan menekankan pentingnya langkah nyata Indonesia dalam menangani karhutla.
Persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan di dalam negeri, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Dalam konteks tersebut, penanganan karhutla membutuhkan langkah yang menyeluruh. Pemerintah tidak cukup hanya melakukan pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga harus memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
Pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran, kesiapan personel di lapangan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Selain itu, pemulihan kawasan hutan dan lahan yang terdampak juga perlu menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Persoalan ini juga memiliki dimensi regional. Indonesia, Malaysia, dan Singapura membutuhkan koordinasi serta kerja sama yang efektif untuk mengurangi dampak kabut asap lintas batas.
Sebagai negara dengan wilayah hutan yang luas, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat karhutla.
Respons Dasco terhadap kritik negara tetangga menjadi pengingat bahwa persoalan kabut asap membutuhkan perhatian bersama. Langkah konkret, koordinasi lintas lembaga, dan komitmen penegakan hukum menjadi kunci dalam memperkuat penanganan karhutla nasional.
Pada akhirnya, keberhasilan Indonesia dalam mengatasi persoalan kabut asap tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan kebakaran, tetapi juga dari kesanggupan mencegah kejadian berulang serta menjaga kualitas lingkungan bagi masyarakat dan generasi mendatang.












