ASN Dishub Depok Penghadang Ambulans Terancam Sanksi

  • Whatsapp
(Foto: indopolitika.com)
(Foto: indopolitika.com)

SUARAHARIAN.COM – Viral di media sosial video yang menampilkan seorang pemotor yang menghalangi laju ambulans yang membawa pasien. Keributan adu mulut terjadi antara pengendara motor dengan sopir dan tenaga medis yang berada di dalam ambulans di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Sabtu (11/7/2020).

Pemotor tersebut belakangan diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok bernama Hindra Gunawan.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri menuturkan, Hindra Gunawan adalah merupakan ASN Dinas Perhubungan.

“Kami sedang pelajari dan mencari informasi secara menyeluruh,” ujar Supian.

Nantinya, jika memang Hindra terbukti bersalah, maka akan diberi sanksi. “Apakah ringan, sedang, atau berat nanti ada tim yang akan merekomendasikan dan diputuskan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris,” papar Supian.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, pihaknya akan memproses peristiwa tersebut.

“Kami sudah memahami apa yang terjadi. Mohon bersabar tentang bagaimana proses yang kami jalankan,” tutur Dadang.

Sopir ambulans RS Mitra Keluarga, Slamet, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dia bersama tenaga medis RS Mitra Keluarga membawa pasien ke rumah sakit. Saat berada di simpang Arco Rawa Denok, Jalan Raya Sawangan, terjadi keributan. Senggolan kedua kendaraan itu terjadi tidak jauh dari Perumahan BDN Kelurahan Rangkapanjaya Baru.

“Senggolan dengan pengendara motor dan akhirnya terjadi keributan,” kata Slamet, Senin (13/7/2020).

Slamet menjelaskan, saat kemacetan tersebut, pihaknya berusaha membawa pasien secepat mungkin, untuk ditangani di rumah sakit. Saat ambulans akan mengambil jalur kanan, tidak dapat dilakukan karena ada kendaraan lain. Namun, saat memaksa masuk ke kiri, ambulans bersenggolan dengan motor.

Saat terjadi perselisihan, pengendara motor tersebut ingin diprioritaskan setara dengan ambulans. Seharusnya ambulans menjadi prioritas sesuai peraturan yang telah ditetapkan. Padahal, selama Slamet membawa ambulans, apabila tidak ada pasien, dia akan membawanya tetap sama dengan kendaraan lain saat berada di jalan raya.

“Pengendara motor tersebut tidak mau mengalah dan tidak kasih jalan,” ungkap Slamet.

Bahkan, lanjut Slamet, saat ambulans berjalanan di kanan, pemotor mengikuti berada di sebelah kanan, begitu pun sebaliknya. Selain arogansi, pemotor tersebut mengucapkan kata kasar, seperti goblok dan tolol.

Untuk memberikan pemahaman kepada pengendara motor tersebut, pihaknya membuka kabin ambulans dan semua masyarakat melihat bahwa di dalamnya terdapat pasien. Selain itu, pengendara motor mengajak Slamet ke Polres Metro Depok. Mengingat membawa pasien, Slamet terlebih dahulu mengutamakan pasien.

“Kami lebih dahulu mengutamakan pasien yang kami bawa,” pungkas Slamet

Sumber: indopolitika.com

Pos terkait