Anies: Jangan Lihat Angka Pertambahan Kasus Corona, Kami Mengurangi Masalah

  • Whatsapp
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Antara
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Antara

SUARAHARIAN.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihak tidak mau sekadar mengurangi angka kasus positif Covid-19. Menurutnya yang lebih penting adalah menemukan warga yang positif lewat test.

“Kalau sekadar mau mengurangi kasus, kalau sekadar mengurangi kasus positif (harian), Pemprov DKI Jakarta mengurangi testing, langsung berkurang kasusnya. Iya kan? Kalau kita tidak bertanggung jawab, kita kurangi testing, langsung angka positif turun, langsung angka positif kelihatan rendah,” katanya di Bundaran HI, Minggu (26/7).

Bacaan Lainnya

Meski dengan banyaknya tes angka positif akan terus bertambah, dia menyebut, pihaknya justru meningkatkan testing dengan demikian warga yang sakit dapat diisolasi.

“Tujuan kami justru menemukan yang positif, mengisolasi yang positif. Karena itu kami meningkatkan testing. Ketika meningkatkan testing, maka warga yang sudah terpapar jadi ditemukan, lalu angka positifnya tentu saja menjadi bertambah. Tapi angka positif bertambah itu dalam rangka menemukan orang yang positif supaya bisa diisolasi,” terangnya.

Oleh karena itu, Anies meminta warga tidak sekadar melihat tinggi kasus positif corona di Jakarta. Sebaliknya makin banyak kasus ditemukan kasus positif, maka mengurangi masalah.

“Masyarakat jangan hanya melihat angka pertambahan kasus. Karena kalau melihat angka pertambahan kasus, kemudian dikesankan kalau kasusnya tambah berarti masalah. Kalau kita menemukan, berarti kita mengurangi masalah. Bayangkan kalau tidak menemukan, dia ke keluarganya, dia ke tempat kerjanya, dia tidak diisolasi, dia menularkan terus,” jelasnya.

1 dari 1 halaman

Dengan banyaknya testing maka Pemprov, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menerangkan, sama saja meningkatkan virus Corona masih menjadi wabah.

“Covid itu masih ada di sekitar kita, justru yang harus dikerjakan adalah nambah testing. Otomatis akan nambah kasus, yang harus kita lihat apa, persentase positif. Berapa yang dites, berapa yang positif. Persentase positif itu akan disebut sebagai aman, bila dia di bawah 5 persen,” ujarnya.

Dia meminta warga juga melihat persentase positif untuk menggambarkan situasi yang dihadapi.

‘Jakarta ini, angkanya sekarang 5,2 persen. Dianggap berbahaya bila di atas 10 persen. Jadi saya usul pada teman-teman juga, jangan hanya melihat angka pertambahan kasus, tapi lihat persentase positif. Itu akan lebih menggambarkan situasi yang dihadapi di sebuah wilayah,” tandasnya.

Sumber: merdeka.com

Pos terkait