Ternyata Visi Misi PDIP Ada Trisila dan Ekasila, Edy Mulyadi Tolak RUU HIP Siap Lapor Polisi

  • Whatsapp
Bendera PDIP
Bendera PDIP

SUARAHARIAN.COM – Edy Mulyadi, koordinator lapangan (korlap) demonstrasi tolak RUU HIP di depan Gedung DPR, Rabu (24/6/2020) lalu, mengaku tak takut PDIP berencana membawa kasus pembakaran bendera ke ranah hukum.

Dalam demonstrasi yang dikoordinir Edy untuk menolak RUU HIP tersebut, massa membakar bendera PKI dan PDIP.

Bacaan Lainnya

“PDIP mau nuntut? Saya bilang bagus silakan saja. Itu hak setiap individu, kelompok, organisasi, institusi mau menempuh jalur hukum monggo, silakan saja.”

“Tapi saya mau ingatkan lagi. Ternyata saya tidak keliru saudara, jangan khawatir, jangan takut, kita tidak salah,” ujar Edy dalam video berdurasi 16 menit 17 detik dan diunggah channel YouTube QIEM INSPIRASI, Jumat (26/6/2020).

Edy mengaku tidak takut salah setelah melihat visi misi PDIP ternyata mengandung unsur Pancasila 1 Juni 1945, Trisila, dan Ekasila.

Edy menyoroti Pasal 6 Anggaran Dasar PDIP pada huruf (a) yang mengatakan PDIP menjadikan arah perjuangan bangsa berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan bukannya 18 Agustus 1945.

“Jadi PDIP menjadikan arah perjuangan bangsa ini menjadi dan berkarakter berdasarkan Pancasila 1 Juni, bukan 18 Agustus.”

“Ini penyimpangan, Pancasila 18 Agustus itu yang sah, yang berlaku.”

“1 Juni itu cuma pidatonya Soekarno, belum final.”

“Masih debat sana sini begitu, enggak boleh dia gunakan Pancasila 1 Juni yang ketuhanan ditaruh paling belakang, paling bawah, paling buncit.”

“Enggak boleh, kita baru ngeh juga,” kata dia.

Sementara, berdasarkan pasal yang sama huruf (b) dan (c), Edy menilai jelas-jelas tercantum Trisila dan Ekasila yang menjadi perdebatan dalam RUU HIP.

Menurutnya adalah pembohongan publik ketika Ahmad Basarah dalam acara ILC di televisi swasta mengatakan bukan partainya bukan yang mengusulkan atau menginisiasi RUU HIP.

“Jadi visi misi PDIP dalam pasal 6 anggaran dasarnya jelas-jelas menyebut Trisila dan Ekasila, jadi Trisila dan Ekasila itu punya PDIP.”

“Kalau Ahmad Basarah membantah dalam ILC, ‘bukan kami, bukan kami’ (pengusul RUU HIP), itu bohong besar, itu pembohongan publik saudara,” tegasnya.

Edy mengaku akan membawa temuan tersebut kepada kepolisian, sehingga PDIP dapat dibubarkan.

“Saya katakan kemarin waktu diklarifikasi polisi. Saya baru kepikiran nih, kalau ini saya bawa ke polisi (maka) PDIP harus dibubarkan.”

“Karena PDIP secara jelas-jelas konstitusi mereka akan memeras dan mengganti Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila.”

“Ini pelanggaran kejahatan luar biasa terhadap negara saudara.”

“Kalau saudara punya Pancasila diperas seenaknya jadi Trisila, Ekasila, ini saudara, ini pelakunya PDIP,” kata Edy seraya menunjukkan visi misi PDIP di layar gawainya.

Selain itu, dia berpikir akan melaporkan balik partai tersebut. Bahkan dia mengaku tak takut jika Hasto dan kawan-kawannya akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

“Saya bilang saya mau lapor balik. Sekalian mau ngetes polisi, jangan cuma laporan mereka (PDIP) diurus, laporan saya tidak ditindaklanjuti,” paparnya.

“Jadi kalau Hasto bilang mau dibawa ke ranah hukum, siap enggak masalah.”

“Kalau Tjahjo Kumolo bilang siapkan semuanya, lapor ke Polres-Polres, Polsek-Polsek setiap daerah, siap kita layani.”

“Ngapain takut menghadapi gerombolan Trisila dan Ekasila?” ucapnya.

Berikut ini isi lengkap visi misi PDIP, dikutip SuaraHarian dari Wartakotalive dari pdiperjuangan.id:

Visi dan Misi

Visi Partai adalah keadaan pada masa depan yang diidamkan oleh Partai, dan oleh karena itu menjadi arah bagi perjuangan Partai.

Berdasarkan amanat pasal 6 Anggaran Dasar Partai PDI Perjuangan adalah :

Partai adalah:

a. alat perjuangan guna membentuk dan membangun karakter bangsa berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945;

b. alat perjuangan untuk melahirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ber-Ketuhanan, memiliki semangat sosio nasionalisme, dan sosio demokrasi (Tri Sila);

c. alat perjuangan untuk menentang segala bentuk individualisme dan untuk menghidupkan jiwa dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Eka Sila);

d. wadah komunikasi politik, mengembangkan dan memperkuat partisipasi politik warga negara; dan

e. wadah untuk membentuk kader bangsa yang berjiwa pelopor, dan memiliki pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

MISI PDI PERJUANGAN

Misi Partai adalah muatan hidup yang diemban oleh partai, sekaligus menjadi dasar pemikiran atas keberlangsungan eksistensi Partai, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 7,8, 9 dan 10 Anggaran Dasar Partai, yaitu :

Pasal 7 Partai mempunyai tujuan umum:

a. mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam bentuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika; dan

b. berjuang mewujudkan Indonesia sejahtera berkeadilan sosial yang berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Pasal 8 Partai mempunyai tujuan khusus:

a. membangun gerakan politik yang bersumber pada kekuatan rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan berkeadilan sosial;

b. membangun semangat, mengkonsolidasi kemauan, mengorganisir tindakan dan kekuatan rakyat, mendidik dan menuntun rakyat untuk membangun kesadaran politik dan mengolah semua tenaga rakyat dalam satu gerakan politik untuk mencapai kemerdekaan politik dan ekonomi;

c. memperjuangkan hak rakyat atas politik, ekonomi, sosial dan budaya, terutama demi pemenuhan kebutuhan absolut rakyat, yaitu kebutuhan material berupa sandang, pangan, papan dan kebutuhan spiritual berupa kebudayaan, pendidikan dan kesehatan;

d. berjuang mendapatkan kekuasaan politik secara konstitusional sebagai alat untuk mewujudkan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu mewujudkan pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; dan

e. menggalang solidaritas dan membangun kerjasama internasional berdasarkan spirit Dasa Sila Bandung dalam upaya mewujudkan cita-cita Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945

Pasal 9 Partai mempunyai fungsi:

a. mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;

b. melakukan rekrutmen anggota dan kader Partai untuk ditugaskan dalam struktural Partai, LembagaLembaga Politik dan Lembaga-Lembaga Publik;

c. membentuk kader Partai yang berjiwa pelopor, dan memiliki pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

d. menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat menjadi kebijakan pemerintahan negara;

e. menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun dan mencapai cita-cita masyarakat Pancasila; dan

f. membangun komunikasi politik berlandaskan hakekat dasar kehidupan berpolitik, serta membangun partisipasi politik warga negara.

Pasal 10

Partai mempunyai tugas:

a. mempertahankan dan mewujudkan cita-cita negara Proklamasi 17 Agustus 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. mempertahankan, menyebarluaskan dan melaksanakan Pancasila sebagai dasar, pandangan hidup, tujuan berbangsa dan bernegara;

c. menjabarkan, menyebarluaskan dan membumikan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

d. menghimpun dan memperjuangkan aspirasi rakyat berdasarkan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta jalan TRISAKTI sebagai pedoman strategi dan tujuan kebijakan politik Partai;

e. memperjuangkan kebijakan politik Partai menjadi kebijakan politik penyelenggaraan Negara;

f. mempersiapkan kader Partai sebagai petugas Partai dalam jabatan politik dan jabatan publik;

g. mempengaruhi dan mengawasi jalannya penyelenggaraan negara agar senantiasa berdasarkan pada ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta jalan TRISAKTI sebagai pedoman strategi dan tujuan kebijakan politik Partai demi terwujudnya pemerintahan yang kuat, efektif, bersih dan berwibawa;

h. sebagai poros kekuatan politik nasional wajib berperan aktif dalam menghidupkan spirit Dasa Sila Bandung untuk membangun konsolidasi dan solidaritas antar bangsa sebagai bentuk perlawanan terhadap liberalisme dan individualisme. (Vincentius Jyestha)

Sumber: Wartakotalive.com

Pos terkait