Tengku Zulkarnain Soroti Perbedaan Reaksi Megawati Dan SBY Soal Pembakaran Partai! Negarawan Memang Beda!

  • Whatsapp
Tengku Zulkarnain Soroti Perbedaan Reaksi Megawati Dan SBY Soal Pembakaran Partai! Negarawan Memang Beda!
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Tengku Zulkarnain.(Foto: ISTIMEWA)

SUARAHARIAN.COM – Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain menyindir sikap kader dan elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bereaksi atas pembakaran bendera PDIP.

Menurut Tengku Zulkarnain, apa yang terjadi pada PDIP juga pernah terjadi terhadap partai lain, misalnya Partai Demokrat. Hanya saja respons Partai Demokrat berbeda.

Bacaan Lainnya

Ketika masih menjadi Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengalami hal serupa, ada aksi demo yang melakukan pembakaran gambar Presiden SBY, dan partainya Demokrat.

“Bendera Partai Demokrat dan Foto Presiden SBY pernah juga dibakar. Apakah Pak SBY dan Demokrat saat itu Kebakaran Jenggot? Apakah Kader Partai Demokrat lantas berdemo? Apakah beliau mengadu ke Polisi? Coba dipikir dan dirunut…” bunyi cuitan Tengku Zulkarnain, di akun Twitter pribadinya, pada Jumat (26/06/2020) pantauan hidayatullah.com.

Lebih lanjut, Tengku Zulkarnain mengapresiasi apa yang dilakukan oleh SBY, di suatu waktu ketika ada unjuk rasa di masa pemerintahannya, padahal para demostran tersebut menuliskan kalimat makian.

“Saat demo Presiden SBY ada kelompok orang bawa spanduk:”Turunkan SBY-Boed Sekarang Juga” Dan spanduk:”Turunkan Rezim Busuk” dan Gantung SBY…” Saat itu tidak ada korban jiwa yg jatuh atau digeruduk pihak keamanan secara keras… Negarawan memang BEDA…” tulis cuitan lainnnya.

Diketahui, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah harian kepada kadernya di seluruh Indonesia sebagai aksi protes terkait pembakaran bendera partainya.

Hal itu dibenarkan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristanto.

“Ya benar, ibu ketua umum mengeluarkan surat perintah harian,” kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (25/06/2020).

Surat tertanggal Kamis, 25 Juni 2020 itu ditandatangani Megawati yang berisi agar kader PDIP seluruh Indonesia untuk siap siaga namun mengedepankan proses hukum atas kasus tersebut. Hasto menegaskan partainya mengedepankan dialog dan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam demo tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung DPR RI, Jakarta, terjadi pembakaran bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) berbarengan dengan bendera PDIP, Rabu.[brz/nu]

Pos terkait