Tanggapi Pernyataan SBY, Pigai: Jangan Cuma Lempar Isu, Silahkan Sampaikan Ke Publik

  • Whatsapp
Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai (Ari Saputra/detikcom)
Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai (Ari Saputra/detikcom)

SUARAHARIAN.COM – Rancangan undang-undang ideologi Pancasila (RUU HIP) terus saja menjadi polemik berkepanjangan. berbagai kalangan pada saat DPR RI dan pemerintah untuk segera mencabut RUU tersebut karena dinilai akan downgrade nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Termasuk diantaranya Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Ia menanggapi cuitan SBY yang mengatakan bahwa dia memiliki pandangan kritis terkait RUU HIP namun enggan disampaikan pada publik untuk menghindari memanasnya tensi politik.

Bacaan Lainnya

Pigai meminta Presiden RI ke-6 itu untuk membuka secara blak-blakan di publik bahaya apa yang akan ditimbulkan soal polemik RUU Haluaan Ideologi Pancasila.

Menurutnya pernyataan SBY yang mengatakan ada bahaya terselubung di balik RUU HIP namun tidak disampaikan secara gamblang pada publik justru semakin membuat publik khawatir.

“Pak SBY menurut saya jangan juga cuma lempar isu. Kalau ada yang diketahui silahkan sampaikan saja ke publik jangan disimpan-simpan juga,” ungkap Natalius kepada wartawan di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Indopolitika.com (24/6/2020).

Menurut dia apa yang disampaikan SBY soal bahaya polemik RUU HIP harus disampaikan lugas kepada publik.

Pigai meminta SBY untuk menyampaikan terkait bahaya tersebut secara terbuka kepada publik demi menghindari anggapan negatif terhadap dirinya.

“Jangan sampai publik menilai bahwa justru Pak SBY yang sebenarnya memancing kegaduhan baru. Apa bahaya itu sampaikan saja jangan sembunyi-sembunyi,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengatakan pemerintah harus hati-hati bila merancang sesuatu yang berkaitan dengan ideologi Pancasila.

SBY mengaku terus memantau perkembangan polemik tersebut akan tetapi enggan untuk menyampaikan pendapatnya demi menjaga tensi politik agar tidak kembali memanas.

“Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara & merancang sesuatu yg berkaitan dgn ideologi & dasar negara Pancasila. Apalagi jika menyentuh pula kerangka & sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar SBY,” tulis SBY dalam akun Twitternya, @SBYudhoyono sebagaimana dikutip pada Rabu, (24/6/2020).

Lebih lanjut SBY mengakusudah mengkaji RUU tersebut dan kini memiliki pandangan kritis namun urung untuk disampaikan karena ada alasan tertentu.

“Saya mengikuti hiruk pikuk sosial & politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Saya juga sudah membaca & mengkaji RUU tsb. Tentu ada pendapat & tanggapan saya. Namun, lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas SBY,” imbuh SBY.

Di samping itu skema SBY menegaskan ideologi Pancasila harus diposisikan secara benar. Peran serta pengalaman para pendiri bangsa yang susah payah mencetuskan Pancasila harus terus diingat. Karenanya SBY meminta semua kalangan untuk menahan diri dari memunculkan potensi perpecahan bangsa.

“Memposisikan ideologi harus tepat & benar. Ingat, proses “nation building” & “consensus making” yg kita lakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada “ideological clash” & perpecahan bangsa yg baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat SBY,” urai SBY[Brz]

Pos terkait