Soal Pembakaran Bendera, Politikus PDI-P: Nahdliyyin Dan Kelompok Soekarnois Itu Saudara!

  • Whatsapp
Soal Pembakaran Bendera, Politikus PDI-P: Nahdliyyin Dan Kelompok Soekarnois Itu Saudara!
Ketua Umum Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen bersama Jawara Indonesia (Jawi) mendeklarasikan dukungan untuk Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Deklarasi yang digelar di Aula Cendana, Boyolali tersebut dihadiri oleh ribuan pendekar dari berbagai perguruan pencak silat yang ada di Indonesia. (Istimewa)

SUARAHARIAN.COM – Politikus PDIP Nabil Haroen angkat suara terkait pembakaran bendera partai PDI perjuangan saat terjadi aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Menurutnya, para pembakar bendera itu pasti memiliki aksi tersembunyi untuk upaya memecah belah bangsa melalui adu domba antara umat Islam dan kelompok nasionalis pendukung Soekarno.

Bacaan Lainnya

“Bendera itu simbol kehormatan dan jati diri. Saya yakin orang-orang yang melakukan aksi provokasi itulah yang membawa bendera PKI dan membakarnya bersama bendera PDI Perjuangan itulah yang memiliki aksi tersembunyi,” katanya, sebagaimana dikutip dari Sindonews.com (29/6/2020).

Untuk mencegah perpecahan semakin meruncing, Nabil Haroen meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penangkapan terhadap provokator pembakaran tersebut. “Nahdliyyin dan kelompok Soekarnois itu saudara. Keduanya sama-sama berjuang mendirikan Republik Indonesia. Karena itulah mengapa Bung Karno sangat dekat dengan NU, demikian halnya PDI Perjuangan. Bung Karno juga mendapat pengukuhan dari NU sebagai waliyyul amri ad-dharuri bis-syaukah. Yakni, pemimpin negara di masa transisi yang punya legitimasi untuk memimpin bangsa,” katanya

Lebih lanjut, Nabil Haroen mengingatkan peran bung Karno atas penemuan makam Imam Buchori di kawasan Uzbekistan, yang saat itu berada di wilayah Soviet yang dipimpin Nikita Krushchev. Atas perannya tersebut, Soekarno dianugerahi penghargaan sebagai Pahlawan Islam melalui Konferensi Islam Asia Afrika pada 6-14 Maret 1965 di Bandung.

Anggota Komisi IX DPR ini jaga mengingatkan peran Soekarno dalam kemerdekaan bangsa-bangsa Islam seperti Aljazair, Palestina, dan kemudian juga pembela kemerdekaan Pakistan. “Jadi jangan sampai ada yang memutar balikkan sejarah. Kalau mereka terus memecah belah bangsa, mereka melawan demokrasi dan konsesus kebangsaan, harus ada tindakan tegas melawan itu,” ucapnya.

Demikian juga, Nabil Haroen berharap tidak ada yang lagi kelompok tertentu yang membawa ideologi dari timur tengah ke Indonesia. Menurutnya ada segelintir kelompok yang masih saja meniru cara-cara devide at impera untuk meraih cita-citanya dalam pemerintahan.

“Kita tahu, HTI telah dibubarkan di banyak negara, termasuk mayoritas negara Islam. Di belakang HTI ada kepentingan asing yang menyamar gunakan agama. Jadi yang harus kita lawan intrik politik dari HTI. Waspadai partai dan kelompok tertentu yang menggunakan narasi, simbol dan manuver intrik politik dari HTI,” katanya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama itu mengatakan peran Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin merupakan bukti konkrit bahwa kelompok soekarnois dan PDIP perjuangan sampai saat ini ini masih menunjukkan komitmen bersama NU.

“Ibu Megawati juga sangat membela Palestina dan menolak keras aksi unilateral Amerika Serikat terhadap Irak. Kita harus melihat catatan sejarah bangsa ini secara komprehensif,” Pungkasnya.[sindonews/brz/nu]

Pos terkait