Kecewa Dengan Mahalnya Biaya Rapid Test, Musni Umar: Seharusnya Gratis !

  • Whatsapp
Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, di D Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018). (Foto: Tribunnews.com/ Glery Lazuardi)
Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, di D Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018). (Foto: Tribunnews.com/ Glery Lazuardi)

SUARAHARIAN.COM – Sosiolog Musni Umar mengecam keras proses rapid test yang menjadi ladang bisnis dari pemerintah dan petugas kesehatan.

Pasalnya, proses rapid test tersebut membutuhkan biaya besar yang harus dikeluarkan masyarakat dari kantong pribadi. Keadaan, pemerintah telah menyetujui anggaran besar untuk penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Saya kecam keras rapid test dijadikan ladang bisnis,” ujar sosiolog Musni Umar melalui akun twitter pribadinya, Rabu (24/6).

Musni Umar mengatakan banyak mahasiswa yang menjadi korban karena tidak bisa kembali ke Jakarta akibat tidak mampu membayar biaya rapid test.

“Rakyat sudah susah, hidupnya diperas lagi dengan bayar rapid test. Seharusnya gratis,” tegasnya.[brz/nu]

Pos terkait