Aksi Tolak RUU HIP Yang Diwarnai Pembakaran Bendera PDIP, Ari: Pintu Masuk Upaya Menjatuhkan Jokowi

  • Whatsapp
Pengamat Komunikasi Politik UI, Dr. Ari Junaedi (Foto: istimewa)
Pengamat Komunikasi Politik UI, Dr. Ari Junaedi (Foto: istimewa)

SUARAHARIAN.COM – Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) mendapat banyak protes dari berbagai pihak. Bahkan PA 212 bersama ormas lainnya telah melakukan aksi demo didepan gedung DPR RI menolak pembahasan RUU HIP. Namun dalam aksi demo tersebut ada pemandangan yang menyulut kemarahan sebagian politisi yakni aksi pembakaran bendera PDIP.

Menyikapi pemandangan tersebut, Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menduga unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang diwarnai aksi membakar bendera PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), memiliki agenda terselubung.

Bacaan Lainnya

Menurut Ari, dibalik aksi demo tersebut, aktor utamanya kemungkinan menginginkan pemerintahan Jokowi jatuh.

Ari kemudian menyampaikan beberapa alasan terkait dugaan itu yang dijadikan indikasi bahwa ada rencana terselubung untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi.

Pengusul RUU HIP adalah DPR dan pemerintah sudah memutuskan untuk menunda pembahasan. Akan tetapi, para pendemo salah satu tuntutannya adalah mendesak MPR agar melakukan sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Jokowi.

Alasan lainnya adalah dalam aksi unjuk rasa tersebut diwarnai dengan pembakaran bendera partai PDIP. Hal itu, menurutnya, terkesan ada kesengajaan yang dilakukan oleh segelintir oknum, untuk memancing reaksi agar para kader partai berlambang banteng moncong putih menjadi gelap mata.

“Makanya, saya bilang bagi para aktor politik yang berada di balik penolakan RUU HIP, momentum itu menjadi pintu masuk untuk menjatuhkan pemerintah,” ujar Ari. Seperti dikutip dari jpnn.com, Jumat (26/6/2020).

Kemudian Ari kemungkinan alasan sebenarnya digelarnya aksi.

“Pertama, kegagalan (aktor-aktor utama pengunjuk rasa) di Pemilihan Presiden 2019 lalu. Kemudian, retaknya kelompok oposisi serta kepentingan mereka yang terusik oleh rezim Jokowi,” ucapnya.

Ketiga alasan tersebut, menurut Ari, menjadi pendorong pihak tertentu untuk selalu mencari celah kelemahan Jokowi.

“Jika dua kekuatan besar yakni Jokowi dan PDIP bisa mereka goyang, maka partai-partai lain yang berseberangan dengan agenda mereka tinggal tunggu waktu saja untuk ikut dihantam,” pungkas Ari.[aks/nu]

Pos terkait