Ahok Bandingkan Gajinya Jadi Komut Pertamina Dan Gubernur DKI

  • Whatsapp
Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). (Foto: Tribunnews/Jeprima)
Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). (Foto: Tribunnews/Jeprima)

SUARAHARIAN.COM – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku enak jadi komisaris Pertamina. Pasalnya, gajinya di Pertamina jauh lebih besar dibanding gajinya saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Ahok saat menjadi saat menghadiri acara bincang-bincang bersama Andy. F Noya di instagram kickandyshow, sebagaimana dikutip dari Detik.com (4/7/2020).

Bacaan Lainnya

“Saya mah enak sekarang, gaji lebih gede. Gaji ya gedean komisaris lah, jauh,” ujar Ahok.

Ahok menguraikan pendapatannya saat menjadi gubernur DKI Jakarta, yakni cuma sebesar Rp 7 juta per bulan, plus tunjangan uang makan sebesar Rp 30 juta dan mendapatkan fasilitas mobil dinas plus sopir. Sedangkan saat ini, Ahok mendapatkan gaji Rp 170 juta perbulan sebagai komisaris utama Pertamina

“Kalau gaji Gubernur kan Rp 7 juta lebih sebulan, tunjangan uang makan Rp 30 juta, memang ada mobil dan sopir. Kalau di Pertamina kita bisa dapat Rp 170 juta gaji,” urai Ahok.

Namun demikian, ternyata Ahok lebih suka menjadi gubernur DKI pasalnya kemah dia mengaku bisa membantu lebih banyak orangpasalnya kemah dia mengaku bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan.

Bahkan, Ahok mengaku setiap bulannya selama menjadi gubernur DKI Jakarta mengeluarkan dana operasional hingga Rp 3 miliar, hanya untuk membantu orang miskin langsung ke rekening mereka masing-masing.

“Dua-duanya sih sama, tapi jadi Gubernur lebih enak, bisa menolong orang banyak. Saya punya dana operasional itu 1 bulan kita bisa pakai hampir Rp 3 miliar untuk bantu orang miskin. Saya transfer langsung ke rekening mereka masing-masing,” ucap Ahok.

Ahok berseloroh, selama menjadi gubernur DKI Jakarta dia selalu kedatangan orang yang meminta bantuannya setiap pagi. dia pun menjawab akan langsung mengirimkan bantuan tersebut melalui rekening Bank DKI.

“Terutama yang ijazahnya nyangkut ya. Kadang ada orang ijazah nyangkut, atau dia butuh beli obat nggak ditanggung BPJS. Tiap pagi orang datang minta bantuan tuh kita bantuin aja, asalkan dia punya rekening Bank DKI, kalau nggak punya kita bukakan dia Bank DKI,” urai Ahok.

Ahok menegaskan, pemberian bantuan melalui rekening Bank DKI bertujuan supaya bisa tercatat lebih rapi dan transparan dan untuk membebaskan dirinya dari tumbuhan korupsi anggaran.

“Saya nggak mau dituduh nilep uang operasional kan, kalau kontan kan itu bisa dituduh nilep. Jadi kalau pakai rekening bank kan itu bisa tercatat dengan baik,” curhat Ahok.[detik/brz/nu]

Pos terkait