Viral, Mahasiswi Cantik Bangun Tenda Di Tengah Hutan Demi Dapatkan Sinyal Internet Untuk E-Learning

  • Whatsapp
Mahasiswi Belajar di Hutan Demi Sinyal Internet Stabil. (Foto: Facebook/ezekiel.danny.3)
Mahasiswi Belajar di Hutan Demi Sinyal Internet Stabil. (Foto: Facebook/ezekiel.danny.3)

SUARAHARIAN.COM – Seorang mahasiswa di Malaysia yang bernama Rose Nawie Anjap harus mengikuti kuliah online melalui internet di tengah hutan belantara. Pasalnya, koneksi internet di daerahnya tidak stabil dan mengganggu jalannya perkuliahan.

Wanita 24 tahun tersebut sebenarnya tinggal di sebuah rumah panjang di Pakan, Sarawak, yang berjarak empat hingga lima jam perjalanan dari ibu kota Kuching. Namun, untuk mendapatkan akses internet yang lebih baik dia terpaksa harus berjalan jauh ke tengah hutan.

Bacaan Lainnya

Kisahnya yang dibagikan di akun Facebook tersebut menjadi viral. Mahasiswi tahun terakhir di Universitas Pendidikan Sultan Idris itu menceritakan dirinya harus bangun pagi untuk masuk ke daerah hutan tempat keluarganya menyadap karet demi bisa mengikuti kuliah online secara maksimal.

Bangun Tenda Di Tengah Hutan

Mahasiswi cantik tersebut bercerita, dirinya harus membawa parang untuk membabat lokasinya belajar dan membuat tenda dari kelambu untuk menciptakan tempat belajar yang nyaman di tengah hutan tersebut sekaligus menghindarkan diri dari gigitan nyamuk.

“Saya melakukan presentasi online pada hari itu dari jam 9 pagi sampai jam 11 pagi. Jadi saya duduk di bawah jaring untuk menghindari gigitan nyamuk. Kalau tidak, saya harus menghabiskan banyak waktu untuk menepuk nyamuk atau menggaruk sendiri,” kata Rose sebagaimana dikutip dari The Star, Rabu (1/7/2020).

Ketika pertama kali belajar di tengah hutan tersebut, Rose ditemani oleh ayahnya untuk mengikuti pembelajaran daring yang akan dimulai pukul 2 siang pada hari tersebut. Akan tetapi, Rose harus mengurungkan niatnya lantaran hujan mulai turun.

“Namun, saya tidak bisa bergabung dengan kelas karena hujan mulai turun saat itu,” kata Rose.

Ros kemudian tergugah untuk membagikan kisahnya setelah membaca kisah Veveonah Mosibin, seorang siswa Sabahan yang duduk di atas pohon untuk koneksi internet yang stabil. dia pun berharap kisah nyata tersebut menjadi inspirasi bagi siswa yang lain bisa menyadarkan pihak-pihak terkait untuk segera melengkapi fasilitas di daerahnya.

Tanpa dinyana, ternyata kisahnya tersebut lebih dari 4.000 kali dan mendapat sekitar 1.000 komentar.

“Saya tidak berharap kisah saya menjadi viral dengan waktu yang begitu cepat. Saya tersentuh oleh komentar positif. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas kata-kata dan dorongan semangat mereka,” ucapnya.

Sebelumnya, pada 25 Juni, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia menyatakan sedang meningkatkan layanan dan konektivitas internet di daerah pedesaan Serawak. Harus membagikan pernyataan pihak komisi tersebut melalui akun miliknya.

“Saya berharap untuk melihat beberapa perbaikan segera, karena siswa diharapkan untuk melanjutkan e-learning dalam waktu yang lama. Kelas online saya akan berlanjut hingga Desember 2020,” urai Rose.[The Star/brz/nu]

Pos terkait