Prancis Rayakan Hari Nasional Bastille Day Di Tengah Pandemik

  • Whatsapp
Presiden Macron berada dalam parade Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, 14 Juli 2020(Foto: rmol.id)
Presiden Macron berada dalam parade Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, 14 Juli 2020 Presiden Macron berada dalam parade Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, 14 Juli 2020(Foto: rmol.id)

SUARAHARIAN.COM – Untuk pertama kalinya sejak 1945, pemerintah Prancis membatalkan parade militer tahunan di sepanjang Champs-Élysées di Paris yang biasanya menandai peringatan Hari Nasional Prancis atau Hari Bastille. Hari di mana penyerbuan benteng Bastille pada 14 Juli 1789, yang meluncurkan Revolusi Prancis.

Hanya 2.000 tentara, setengah dari jumlah biasanya, berkumpul di Place de la Concorde. Ditiadakannya perayaan Hari Bastille juga karena masih ada batasan untuk berkeliaran di Paris. Jadi seperti perayaan lainnya, Hari Bastille juga dipengaruhi oleh pandemik Covid-19.

Pertarungan melawan virus, yang telah merenggut lebih dari 30.000 nyawa di Prancis, menjadi fokus utama dari acara resmi di Paris. Macron juga memilih untuk memperbarui tradisi dengan membuat pidato 14 Juli berisi rincian  rencana untuk mengatasi krisis sosial dan ekonomi yang menghancurkan yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19.

Jika tidak ada Covid-19, orang-orang Perancis merayakan hari ini dengan parade militer Hari Bastille mereka yang populer secara besar-besaran. Tradisi ini berlangsung setiap tahun dan dimulai pada tahun 1880. Sejumlah turis dari seluruh dunia mencapai Prancis untuk menyaksikan parade bersejarah ini. Parade ini adalah parade militer reguler tertua dan terbesar di Eropa.

Revolusi Prancis adalah salah satu peristiwa sejarah yang paling berpengaruh di Eropa. Rakyat memulai revolusi karena menuntut hak mereka serta tidak puas dengan kebijakan Raja Louis XVI yang penuh beban finansial. Revolusi berlangsung selama 1 dekade sejak 1789.

Sumber: rmol.id

Pos terkait