Dihadiri Erdogan, Salat Jumat Perdana Digelar di Masjid Hagia Sophia Hari Ini

  • Whatsapp
Dihadiri Erdogan, Salat Jumat Perdana Digelar di Masjid Hagia Sophia Hari Ini
Salat perdana di Hagia Sophia digelar 24 Juli setelah bangunan itu diubah menjadi masjid dari sebelumnya museum (Foto: AFP)

SUARAHARIAN.COM – Umat Islam mulai Jumat (24/7/2020) bisa melaksanakan salat di Hagia Sophia, Istanbul, bangunan tempat ibadah yang sejak 1935 diubah fungsinya menjadi museum oleh pemimpin Turki modern Mustafa Kemal Attaturk.

Dewan Negara pada bulan ini mengeluarkan putusan yang mengembalikan fungsi bangunan dari abad ke-6 itu menjadi masjid. Salat Jumat pada 24 Juli akan menjadi sejarah menandai status baru bangunan yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO itu.

Bacaan Lainnya

Bahkan Pemerintah Turki mengundang para pemimpin negara Islam untuk melakukan Salat Jumat pertama di Hagia Sophia.

Di tengah kritikan dari komunitas dan pemerintahan negara Barat, Presiden Recep Tayyip Erdogan memutuskan Masjid Hagia Sophia akan menggelar salat perdana hari ini.

Erdogan telah mengunjungi Hagia Sophia pada 19 Juli lalu dia memantau langsung proses persiapan. Para pekerja dengan hati-hati menutup mosaik dan lukisan dinding Hagia Sophia dengan tirai tanpa menggunakan paku. Ini untuk menyembunyikan simbol-simbol Kristen yang menghiasi interior bangunan, mengingat Hagia Sophia dibangun pertama kali sebagai gereja Ortodoks.

Mosaik Theokos setinggi 6,5 meter dan Gabriel setinggi 7,5 meter yang terlihat dari lantai bawah akan “disembunyikan” selama pelaksanaan salat dan lantai dilapisi karpet tebal.

Sejumlah tokoh terkemuka Turki seperti Ketua Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, para deputi dan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan, serta para menteri direncanakan ikut serta dalam Salat Jumat, bersama 1.000 hingga 1.500 muslim.

Erdogan juga dilaporkan telah mengirim undangan kepada beberapa pemimpin negara Islam seperti Azerbaijan dan Qatar untuk hadir.

Sebelumnya Pemerintah Turki menjamin meskipun Hagia Sophia menjadi masjid, tempat tersebut tetap bisa dikunjungi semua kalangan. Di luar jam salat, Hagia Sophia menerima kunjungan wisatawan umum. Mosaik-mosaik yang ditutup saat pelaksanaan salat akan dibuka.

Sampai saat ini, Hagia Sophia telah menjadi daya tarik wisata utama di Turki, menyedot jutaan turis setiap tahun. Menurut catatan pada 2019, sekitar 3,8 juta wisatawan berkunjung ke situ.

Keputusan yang diambil Turki memicu ketegangan dengan dunia Barat. Ketegangan tidak hanya terjadi dengan musuh bebuyutan, yaitu Yunani, tapi juga Rusia yang merupakan sekutu Erdogan dalam beberapa tahun terakhir.

Yunani menilai tindakan Turki mengubah status Hagia Sophia sebagai provokasi. Sementara, Gereja Ortodoks Rusia menyatakan Turki telah mengabaikan aspirasi jutaan umat Nasrani.

Amerika Serikat, yang notabene sekutu Turki di NATO, juga gerah. Negeri Paman Sam pun mendesak agar Ankara tidak mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid.

Sumber: inews.id

Pos terkait